1. PIRANTI KOHESI
Hubungan Kohesif ditandai dengan
penggunaan piranti formal yang berupa bentuk linguistik. Unsur kohesi terdiri
atas dua macam, yaitu unsur gramatikal dan leksikal.
A. Piranti Kohesi Gramatikal
Piranti kohesi Garamatikal merupakan
piranti atau penanda kohesi
yang melibatkan penggunaan unsur-unsur kaidah bahasa.
yang melibatkan penggunaan unsur-unsur kaidah bahasa.
1) Referensi
Referensi berarti hubungan anatara kata
dengan benda.
a. Referensi Eksofora
Referensi Eksofora adalah pengacuan
terhadap anteseden di luar bahasa, yaitu pada konteks situasi.
b. Referensi Endofora
Referensi Endofora adalah pengacuan
terhadap anteseden yang terdapat di dalam teks.
· Referensi Anafora dan Referensi Katafora
Referensi anafora adalah hal atau sesuatu
yang diacu ditemukan di dalam teks dan yang diacu (anteseden) lebih dahulu
dituturkan atau ada pada kalimat yang lebih dahulu sebelum pronomina.
Contoh:
Nauval hari ini tidak masuk sekolah. Ia ikut ibunya pergi ke Surabaya.
Referensi katafora adalah hal atau sesuatu
yang diacu ditemukan di dalam teks dan yang diacu (aneseden) ditemukan sesudah
pronomina.
Contoh:
Seperti kulitnya, mata Zia juga khas; berkelopak tebal tanpa
garis lipatan.
a) Pronomina Persona
Contoh:
- Firdaus,cepat bangun. Kamu harus mandi.
- Kamu sekarang harus pergi! Ayo, Cici cepatlah!
b) Pronomina Petunjuk
Contoh:
Persoalan
bangsa adalah tanggung jawab kita. Itu
bisa diatasi jika kita mempunyai komitmen terhadap nasib bangsa ini
c) Pronomina Komparatif
Conoh:
Saya prihatin melihat tingkah laku mabuk-mabukan narkoba anak-anak muda sekarang ini.
Dulu, ketika saya masih muda, saya tak pernah melakukan yang demikian.
2) Penggantian (Substitusi)
Substitusi adalah penyulihan suatu unsur
wacana dengan unsur lain yang acuannya tetap sama, dalam hubungan antarbentuk
kata atau bentuk lain yan lebih besar
dari pada kaat, seperti frasa atau klausa.
a. Kata Ganti Orang
Contoh:
Dalam aksioma yang ketiga, Buhler berusaha menguraikan struktur-model der sprache. Ia beranggapan bahwa semua bahasa
mempunyai struktur.
b. Kata Ganti Tempat
Contoh:
Akan tetapi, sejarah perjuangan kemerdekaan negara-negara
sedang berkembang di dunia ketiga, seperti Indonesia
dengan Pancasila-nya, ideologi mengandung makna yang positif dan bahkan
dibutuhkan. Di sini, ideologi
dipahami sebagai keseluruhan pandangan, cita-cita, nilai, dan keyakinan yang
ingin diwujudkan secara konkrit dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
c. Kata Ganti Sesuatu Hal
Contoh:
Pembukaan UUD 1945 dengan jelas menyatakan
bahwa Pancasila adalah dasar negara. Dengan demikian, Pancasila merupakan nilai dasar yang
normatif terhadap seluruh penyelenggaraan negara Republik Indonesia.
3) Konjungsi
Konjunsi berfungsi untuk merangkaikan atau
mengikat beberapa proposisi dalam wacana agar perpindahan ide atau dalam wacana
itu terasa lembut.
a. Piranti Urutan Waktu
Piranti urutan waktu digunakan untuk
menyusun proposisi-proposisi yang menunjukkan tahapan-tahapan seperti awal,
pelaksanaan, dan penyelesaian.
Contoh:
Dalam
pelaksanaannya, penerapan pendekatan analitis ini diawali dengan kegiatan
membaca teks secara keseluruhan. Setelah
itu, pembaca menmpilkan beberapa pertanyaan cipta sastra yang dibacanya.
b. Piranti Pilihan
Piranti pilihan
digunakan untuk menyatakan dua proposisi berurutan yang menunjukkan hubungan
pilihan.
Contoh:
Lulusan IPA merasa lebih tinggi daripada
lulusan IPS. Atau lebih sedih lagi,
seorang ilmuwan memandang rendah kepada pengetahuan lain.
c. Piranti Alahan
Piranti alahan adalah sebuah peristiwa
atau hal lain yang biasa menyebabkan peristiwa lain itu ternyata tidak berlaku
seperti biasanya.
Contoh:
Mendung kelabu menyelimuti kota
metropoltan itu kemarin. Meskipun begitu,
tak setetes air pun yang jatuh.
d. Piranti Parafrase
Parafrase merupakan suatu ungkapan lain
yang lebih mudah dimengerti.
Contoh:
Perlu juga diperhatikan bahwa sejumlah
teori dan pendekatan yang ada tersebut, bagi pembaca justru saling melengkapi. Dengan kata lain, apabila tujuan
pembaca ingin memahami keseluruhan aspek dalam karya sastra, tidak mungkin
mereka hanya memiliki satu pendekatan.
e. Piranti Ketidakserasian
Ketidakserasian pada umumnya ditandai
dengan perbedaan proposisi yang terkandung di dalamnya, bahkan sampai pada
pertentangan.
Contoh:
Pengetahuan
filsafat tentang suatu teori adalah pengetahuan tentang pikiran-pikiran dasar
yang melandasi teori tersebut dalam bentuk potulat, asumsi, atau prinsip yang
sering kurang mendapatkan perhatian dalam proses belajar-mengajar. Padahal untuk melakukan seleksi
terhadap teori mana yang akan dipilih sebagai alat analisis, seorang ilmuwan
harus mampu mengadakan evaluasi terhadap teori-teori yang ada di aman fokus
utama sering diletakkan pada pikiran-pikiran dasar tersebut.
f. Piranti Serasian
Piranti keserasian digunakan apabila dua
buah ide atau proposisi itu menunjukkan hubungan yang selaras atau sama.
Contoh:
Berfilsafat
berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui dalam
kesemestaan yang seakan tidak terbatas ini. Demikian juga, berfilsafat berarti mengoreksi diri, semacam
keberanian untuk berterus terang, seberapa jauh sebenarnya kebenaran yang telah
kita jangkau.
g. Piranti Tambahan (Aditif)
Piranti tambahan
digunakan untuk menghubunkan bagian yang bersifat menambahkan informasi dan
pada umumnya digunakan untuk merangkaikan dua proposisi atau lebih.
Contoh:
Tingkah
lakunya menawan. Tutur katanya sopan. Murah senyum, jarang marah, dan tidak
pernah berbohong. Juga tidak mau
mempercakapkan orang lain. Selain itu,
ia suka menolong sesama teman. Pantas, Rida gadis pujuaan. Tambahan lagi, wajahnya cantik.
h. Piranti Pertentangan (Kontras)
Piranti
Pertentangan digunakan untuk menghubungkan proposisi yang bertentangan atau
kontras dengan bagian lain.
Contoh:
Pancasila
dapat diinterpretasikan secara luas, tetapi bagaimana pun luasnya tidak dapat
sedemikan rupa sehingga meliputi pengertian yang bertentangan. Sebaliknya, Pancasila tidak dapat
dipersempit sehingga menjadi monopoli golongan masyarakat tertentu.
i. Piranti Perbandingan (Komparatif)
Piranti
perbandingan digunakan untuk menunjukkan adanya hubungan persamaan atau
perbedaan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain.
Contoh:
Pantun,
puisi Indonesia, berbeda dengan syair. Pantun mempunyai dua bagian setiap bait,
yaitu sampiran dan isi. Sampiran terdapat pada dua baris pertama, sedang isinya
terkandung pada dua baris terakhir. Berbeda
dengan pantun, syair hanya memiliki isi. Isi terkandung dalam keempat baris
dalam satu bait tersebut.
j. Piranti Sebab-Akibat
Piranti sebab-akibat terjadi apabila salah
satu proposisi menunjukkan penyebab terjadinya suatu kondisi tertentu yang
merupakan akibat atau sebaliknya.
Contoh:
Menggugat polisi dalam perkara praperadilan
termasuk bukan soal mudah. Oleh karena
itu,yang dilakukan Farid menjadi istimewa, bukan karena ia anak Pak de yang
kini tengah berperkara dengan tuduhan melakukan pembunuhan terhadap Ny. Endang
dan Dice. Juga karena ternyata
gugatannya terhadap polisi, Jumat pekan lalu, dimenangkan pengadilan.
k. Piranti Harapan (Optatif)
Piranti
Harapan digunakan apabila ada ide atau proposisi yang mengandung suatu harapan
atau doa.
Contoh:
Untuk
kebaikan buku tersebut, kami senantiasa bersedia menerima usul-usul
penyempurnaan dari berbagai pihak utamanya masing-masing penysun naskah. Mudah-mudahan, isi buku bermanfaat dan
berdaya guna bagi sasaran KKN serta semuanya dapat dimanfaatkan.
l. Piranti Ringkasan dan Simpulan
Piranti
ringkasan dan simpulan digunakan untuk mengantarkan ringkasan dari bagian yang
berisi uraian. Biasanya, ringkasan berupa simpulan yang ditarik dari sejumlah
data yang telah diungkapkannya.
Contoh:
Hukum
tidak hanya untuk orang kaya. Semua orang mempunyai derajat yang sama di depan
hukum. Hukum tidak memadang kaya atau miskin, pria atau wanita, tua atau muda,
pembesar atau rakyat jelata, dan ABRI atau bukan ABRI. Jadi, hukum berlaku untuk siapa pun, kapan pun, dan di mana pun.
m. Piranti Misalan atau Contohan
Piranti
misalan atau Contohan digunakan untuk menghubungkan bagian yang satu dengan
bagian lain yang menunjukkan contohan atau misalan.
Contoh:
Departemen
Tenaga Kerja bisa jua menyidak seseorang hingga jadi terdakwa di meja hijua. Contohnya, Hakim Kustian Effendi dari
Pengadilan Negeri Medan telah memvonis nyonya Tio Kaso, 44 tahun, dengan
hukuman denda Rp 10 ribu atau kurungan selama tujuh hari pada 6 Maret silam.
Padahal, yang menyidak Nyonya Tio itu adalah M. Purba, seorang pegawai pada
Dinas Tenaga Kerja Medan.
n. Piranti Keragu-raguan (Dubitatif)
Piranti
keragu-raguan digunakan untuk mengantarkan bagian yang masih menimbulkan
keraguan.
Contoh:
Tidak
banyak tokoh yang tampil dua kali dalam kulit muka majalah Tempo. Yustedjo
Tarik termasuk dalam jumlah sedikit itu.
Kali pertama, ketika ia membawa medali emas dari Asian Games di New Delhi 1982.
Kali kedua, pada pekan ini. Mungkin,
karena Yustedjo mempunyai daya tarik kuat untuk menjadi berita.
o. Piranti Konsensi (Pengakuan)
Proposisi
pengakuan disadari oleh pengirim pesan, tetapi yang bersangkutan tidak dapat
mengatasi hal yang diakui itu (meskipun pengakuan itu bersifat negatif).
Contoh:
Apabila
terdapat bahasa Indonesia logat yang bersifat geografis atau horisontal atau
lebih tepat bersifat etnis, terdapat pula bahasa Indonesia logat yang bersifat sosial atau vertikal atau bersifat
profesi. Pada pemuda, misalnya, memakai bahasa Indonesia yang tercampur dengan
istilah dan ungkapan yang khusu mereka pahami sendiri, sedangkan orang lian,
terlebih orang-orang tua, sukar sekali atau tidak dapat memahami bahasa pemuda
semacam itu. Memang, dapat dipahami
bahwa kelompok-kelompok sosial tertentu seperti wartawan, dokter, pedagang,
makelar, nelayan, pelaut, seniman-seniwati, dan kelompok sosial yang lain
mempergunakan banyak istilah dan ungkapan profesi tertentu sehingga menyebabkan
orang lain di luar kelompok mereka sukar memahami bahasa Indoensia mereka.
p. Piranti Tegasan
Proposisi
yang ditegaskan itu pada dasarnya sama dengan proposisi sebelumnya.
Perbedaannya, pada proposisi yang ditegaskan, ada suatu usaha kesengajaan untuk
menyangatkan.
Contoh:
Demikian
juga dengan pilihan kata dan penggunaan struktur kalimat, antara daerah yang
satu dengan daerah yang lain memilik cara yang berbeda-beda. Bahkan, dapat terjadi bahwa bahasa-bahasa
orang yang satu daerah juga banyak
memiliki perbedaan.
q. Piranti Jelasan
Piranti
kohesi jelasan dimaksudkan untuk membuat kaitan dua proposisi. Propsisi yang
mengikuti piranti itu merupakan bagian yanng memerikan penjelasan proposisi
yang telah diungkapkan.
Contoh:
Faktor yang keempat, yaitu saluran. Yang dimaksud saluran dalam pembicaraan ini adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dalam suatu kegiatan bertutur.
Faktor yang keempat, yaitu saluran. Yang dimaksud saluran dalam pembicaraan ini adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dalam suatu kegiatan bertutur.
B. Piranti Kohesi Leksikal
Secara
Umum, piranti kohesi leksikal berupa kata atau frase bebas yang mampu
mempertahankan hubungan kohesif dengan kalimat mendahului taua yang mengikuti.
1) Reiterasi (Pengulangan)
Reiterasi pada umumnya lebih mudah
digunakan, tetapi harus dalam jumlah yang terbatas. Penggunaan reiterasi yang
berlebihan dapat menyebabkan gangguan keapikan bentuk wacana
a. Repetisi (Ulangan)
· Ulangan Penuh
Ulangan penuh berarti mengulang satu
fungsi dalam kalimat secara penuh, tanpa pengurangan dan perubahan bentuk.
Contoh:
Berfilsafat didorong untuk mengetahui
apa yang telah kita tahu dan apa yang belum kita tahu. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah
kita ketahui dalam kesemestaan yang seakan tidak terbatas ini.
· Ulangan dengan Bentuk Lain
Ulangan dengan bentuk lain terjadi apabila
sebuah kata diulang dengan konstruksi atau bentuk kata lain yang masih
mempunyai bentuk dasar yang sama.
Contoh:
Pengetahuan
dimulai dengan rasa ingin tahu, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya. Berfilsafat didorong untuk mengetahui
apa yang telah kita tahu dan apa yang belum kita tahu.
· Ulangan dengan Penggantian
Ulangan dengan penggantian sama dengan
pengunaan kata ganti (substitusi).
Contoh:
Seorang yang berfilsafat dapat diumpamakan
dengan seorang yang berpijak di bumu
sedang tengadah ke bintang-bintang. Diaingin
mengetahui hakikat dirinya dan kemesraan galaksi.
b. Ulangan dengan Hiponim
Ulangan dengan hiponim adalah pengulangan
yang terjadi pada subordinat.
Contoh:
Sering
kita melihat seorang ilmuwan yang
picik. Ahli fisika nuklir memandang
rendah kepada ahli ilmu sosial. Lulusan IPA merasa lebih tinggi daripada
lulusan IPS.
2) Kolokasi
Suatu hal yang selalu berdekatan atau
berdampingan dengan yang lain biasanya diasonansikan sebagai satu kesatuan.
Contoh:
Sifat
terbuka dan demokratis dari Pancasila sebagai ideologi pertama-tama dapat kita
lihat dari proses kelahirannya. Sebagaimana diketahui rumusan Pancasila dan UUD 1945sebagai ideologi dan konstitusi bersama lahir melalui
proses musyawarah mufakat yang bersuasana terbuka dan demokratis.
2. PIRANTI KOHERENSI
Istilah
koherensi mengacu pada aspek tuturan agar proposisi yang terselubung
disimpulkan untuk menginterpretasikan tindakan ilokusinya dalam membentuk
sebuah wacana. Koherensi sebuah wacana tidak hanya terletak pada adanya piranti
kohesi.
Ada ahli yang menyatakan bahwa koherensi
atau inkoherensi dalam urutan ujaran dalam wacana tidak didasarkan hubungan
antara tuturan-tuturan, melainkan ‘antara tindakan-tindakan yang dilakukan
dengan ujaran-ujaran itu’.
Contoh :
Istri : “Ada
telepon!”
Suami : “Saya sedang mandi.”
Istri : “Baiklah.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar