Jumat, 17 April 2015

praanggapan, implikatur dan iferensi dieksis



PRAANGGAPAN, IMPLIKATUR DAN IFERENSI DIEKSIS
A.      PRAANGGAPAN
Praanggapan (presuposisi) berasal dari kata to pre-suppose, yang dalam bahasa Inggris berarti to suppose beforehand (menduga sebelumnya), dalam arti sebelum pembicara atau penulis mengujarkan sesuatu ia sudah memiliki dugaan sebelumnya tentang kawan bicara atau hal yang dibicarakan.
Selain definisi tersebut, beberapa definisi lain tentang praanggapan di antaranya adalah George Yule (2006:43) menyatakan bahwa praanggapan atau presupposisi adalah sesuatu yang diasumsikan oleh penutur sebagai kejadian sebelum menghasilkan

Jumat, 03 April 2015

piranti kohesi dan koherensi



PIRANTI KOHESI DAN KOHERENSI
1.    PIRANTI KOHESI
Hubungan Kohesif ditandai dengan penggunaan piranti formal yang berupa bentuk linguistik. Unsur kohesi terdiri atas dua macam, yaitu unsur gramatikal dan leksikal.
A. Piranti Kohesi Gramatikal
Piranti kohesi Garamatikal merupakan piranti atau penanda kohesi

Jumat, 27 Maret 2015

teks, ko-teks, konteks

RESUME
TEKS, KO-TEKS, KONTEKS
Teks
Banyak orang mempertukarkan istilah teks  lebih dekat pemaknaannya dengan
bahasa tulis, dan wacana pada bahasa lisan (DedeOetomo, 1993:4 )
ko-teks
Ko-teks menurut (Cooks, 1994) adalah hubungan antar wacana yang merupakan lingkungan kebahasaan yang melingkupi suatu

Jumat, 20 Maret 2015

prasyarat wacana bahasa indonesia



PRESYARAT WACANA BAHASA INDONESIA
Pengertian Wacana
Kridalaksana (1993: 231) mengemukakan bahwa wacana adalah satuan bahasa terlengkap, dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar.
Persyaratan Terbentuknya Wacana
Pembahasan berikutnya adalah mengenai persyaratan terbentuknya